11 September, 2008 by lisa suroso
A man may smile and bid you hail
Yet carry you on straight to hell
But when your dog wags his tiny tail
You know his love will keep you well
…
“Kak! Tonton hilang!!”
Semburan kepanikan bercampur tangis terdengar bersamaan kutekan tombol jawab pada handphone-ku. Beberapa detik hanya isak tangis yang kudengar, setelah itu telepon putus. Aku melajukan mobil ke komplek perumahan TNI-AU Halim Perdana Kusuma, tempat orang tua dan adikku, Cindy, tinggal.
Continue Reading »
Posted in Humaniora, Other | Leave a Comment »
17 May, 2008 by lisa suroso

Sepuluh Tahun Tragedi Mei 1998.
Sebuah potret ringan bagaimana pergulatan etnis Tionghoa masuk ke mainstream Indonesia. Ada yang membentuk organisasi formal dan melakukan berbagai macam kampanye lengkap dengan simbol-simbol etnisitas, ada pula yang melakukannya secara alami, jauh dari hingar bingar media massa.
Ribuan orang tampak memadati lapangan di halaman gedung olahraga. Tua, muda, bayi dan anak-anak berbaris rapi di depan sebuah meja. “Nama, Pak? Usia?” seorang remaja pria dengan kaus hijau mencatat data lelaki tua dihadapannya. “Silakan Bapak duduk dulu, nanti namanya dipanggil ya…” kata seorang remaja perempuan berkulit terang, sambil menuntun bapak tua tadi ke jajaran bangku plastik. Continue Reading »
Posted in Humaniora, Perhimpunan INTI, Sosial Politics, Tionghoa-Indonesia | Leave a Comment »
28 April, 2008 by lisa suroso

Tak terbayang rasanya mandi dengan air sungai Jakarta. Gatal, kotor dan bau seakan langsung terasa. Tapi banyak masyarakat masih melakukannya. Semata karena air bersih adalah sebuah kemewahan yang mahal harganya.
Tanpa alas kaki ia menuruni bantaran sungai berlapis semen kasar. Daster panjangnya berkibar-kibar ditiup angin. “Awas! Ada kotoran,” katanya sambil melangkahi seonggok (maaf) kotoran manusia di sana-sini. “Ya di sinilah kami mandi dan mencuci,” ia berkata sambil tersenyum. Tangannya menunjuk tempat dimana dua lelaki terlihat sedang mandi dan mencuci baju. Merasa diperbincangkan, mereka menoleh. Lalu dengan tak acuh kembali menggosok-gosok dan membilas badan. “Saya sudah dua puluh tahun tinggal di sini. Tiap hari ya mandi di sungai ini. Nggak ada masalah…” jelas perempuan paruh baya bernama Rumini itu.
Continue Reading »
Posted in Ecology, Humaniora | 5 Comments »
5 April, 2008 by lisa suroso
Memperingati Hari Perempuan Internasional dan Hari Kartini, inilah sosok perempuan-perempuan yang berhasil meruntuhkan stereotipe. Mereka berhasil menembus tembok budaya atau humanitas obex yang selama ini mengesampingkan peran dan kemampuan kaum perempuan.
Beberapa diantaranya beretnis Tionghoa, yang tidak hanya menembus batas dirinya sebagai perempuan tapi juga meruntuhkan prasangka yang diemban etnisnya.
Mereka adalah para pelopor, penggerak, inisiator dan pengambil keputusan. Mereka berhasil melewati batas sebagai ’hanya perempuan’ menemukan potensi yang mereka punya dan menyumbangkannya bagi kebaikan banyak orang.
Selamat Hari Perempuan!
Continue Reading »
Posted in Humaniora, Inspiring People, Tionghoa-Indonesia | 5 Comments »
5 April, 2008 by lisa suroso
Terobosan atas Mahalnya Akses Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan
Ia tersenyum lebar. Memperlihatkan sederetan gigi tak rata berwarna kusam. “Halo, apakabar?” sapanya renyah. Tangannya menjabat erat. Tebal dan kasar. Sekilas ia tampak biasa saja. Kulit sawo matang, wajah tipikal ibu-ibu desa yang sederhana. Tanpa bedak, tanpa sapuan gincu.
Hari itu ia mengenakan baju serba putih. Celana putih, kaus lengan panjang putih, jilbab putih. Membuat deretan tulisan merah di kausnya tampak mencolok: RED Card to Illiteracy .
Continue Reading »
Posted in Humaniora, Inspiring People | 1 Comment »
25 March, 2008 by lisa suroso
Proses ‘pemanasan’ menuju pemilu 2009 tak pelak melirik potensi suara yang dimiliki masyarakat Indonesia Tionghoa. Konon jumlahnya cukup dapat memberi sumbangan berpengaruh terhadap perolehan suara mereka nanti.
Continue Reading »
Posted in Sosial Politics, Tionghoa-Indonesia | 1 Comment »
3 March, 2008 by lisa suroso
Tokoh-tokoh politik makin memantapkan posisi untuk maju di pemilu 2009, dengan sejumlah strategi. Mulai dari silaturahmi sampai saling adu image. Jangan lupakan strategi menghimpun modal parpol.
Continue Reading »
Posted in Sosial Politics | Leave a Comment »
2 March, 2008 by lisa suroso
Kaum muda diharapkan bisa lebih banyak berperan dalam ajang Pemilu 2009. Konon belum ada yang mampu menyaingi popularitas Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati. Tanya Kenapa? Continue Reading »
Posted in Perhimpunan INTI, Sosial Politics | Leave a Comment »
1 March, 2008 by lisa suroso

Dua dari organisasi etnis Tionghoa tertua lahir di kota Padang. Organisasi ini bahkan merupakan organisasi pemakaman tertua di Nusantara.
Continue Reading »
Posted in History, Tionghoa-Indonesia | 2 Comments »
2 February, 2008 by lisa suroso
Batik Lasem mempunyai ciri khas multikultural Jawa-Tionghoa yang kental. Pesonanya tampak pada warna-warni yang cerah serta motifnya yang khas.
Batik merupakan salah satu ciri khas budaya Indonesia. Dari motif dan warnanya, kita bisa tahu dari daerah mana batik itu berasal.
Di Lasem, Jawa Tengah, motif dan warna batiknya kental dengan ciri multikultural antara budaya Jawa dan Tionghoa.
Continue Reading »
Posted in Culture, Tionghoa-Indonesia | 3 Comments »