Tak terbayang rasanya mandi dengan air sungai Jakarta. Gatal, kotor dan bau seakan langsung terasa. Tapi banyak masyarakat masih melakukannya. Semata karena air bersih adalah sebuah kemewahan yang mahal harganya.
Tanpa alas kaki ia menuruni bantaran sungai berlapis semen kasar. Daster panjangnya berkibar-kibar ditiup angin. “Awas! Ada kotoran,” katanya sambil melangkahi seonggok (maaf) kotoran manusia di [...]
Archive for the ‘Ecology’ Category
Mau Mandi? Seceng dulu…
Posted in Ecology, Humaniora on 28 April, 2008 | 5 Comments »
Carbon Trading: Godaan Trend Bisnis Milyaran Dollar
Posted in Ecology on 6 December, 2007 | 4 Comments »
Dalam kurun waktu kurang dari lima tahun, carbon trading atau perdagangan karbon sudah memutar milyaran dollar AS di pasar karbon. Sebuah tren bisnis baru dengan semangat menjaga lingkungan atau upaya cuci dosa?
Diantara Hijaunya Daun dan Hijaunya Dollar
Posted in Ecology on 5 December, 2007 | Leave a Comment »
Meningkatnya bukti-bukti ilmiah akan adanya pengaruh aktivitas manusia terhadap perubahan iklim telah menjadi salah satu isu penting dalam agenda politik internasional. Perubahan iklim bukan lagi sekadar masalah lingkungan, namun sesuatu yang mengancam perdamaian dan keamanan internasional, kemakmuran dan pembangunan. Tanpa usaha serius, pemanasan global akan menjadi sumber konflik baru antar negara.
Hutan Hilang Bencana Datang
Posted in Ecology on 4 December, 2007 | Leave a Comment »
Perhatian dunia sedang terarah ke Indonesia. Selain menjadi tuan rumah Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim pada Desember 2007 ini, Indonesia meraih rekor baru: penyumbang nomor satu emisi karbon dioksida dari sektor kehutanan.
Tangkahan, Saksi Pertobatan Para Illegal Logger
Posted in Ecology, Humaniora on 4 December, 2007 | 1 Comment »
Seh Ukur Depari pernah dikenal sebagai penebang kayu ilegal. Ratusan ton batang kayu dari hutan Tangkahan-Sumatera Utara, rebah di tangannya. Tapi kini ia lebih dikenal sebagai aktivis Lembaga Pariwisata Tangkahan. Mewartakan pentingnya kelestarian hutan untuk mencegah pemanasan global, sekarang menjadi tujuan hidupnya.
Matahari senja hampir hilang dibalik pepohonan, ketika sekelompok manusia muncul bersama lima ekor [...]
Indonesia di tengah Ancaman Global
Posted in Ecology on 3 December, 2007 | 1 Comment »
Pulau Serangan pernah melambungkan namanya ke mancanegara karena penyu, karang yang indah dan habitat laut yang kaya. Masyarakatnya hidup damai dengan tradisi agama Hindu dan Muslim yang kuat. Akhir 1980, sekelompok investor didukung penguasa dan militer, mengeruk laut dan memperlebar pulau yang terletak di kawasan Bali itu. Masyarakat diusir paksa dan tempat-tempat suci direlokasi dengan [...]
Kemelut Naga di Timur Indonesia
Posted in Ecology on 21 October, 2007 | 1 Comment »
Pekik kegembiraan terdengar dari ruang inkubasi kebun binatang Chester di Inggris. Akhir januari lalu, lima butir telur komodo berhasil menetas. Sebuah fenomena ajaib, karena Flora, induk kelima bayi komodo itu tidak pernah kawin dengan pejantan manapun.
Terlepas dari ajaibnya proses pembuahan tanpa kawin itu, komodo sendiri adalah binatang yang sangat spesial. Sebagai kadal purba terbesar yang [...]
Pulau Rambut: Zamrud Terakhir di Utara Jakarta
Posted in Ecology on 17 August, 2007 | 1 Comment »
Pernah dengar Nyi Roro Kidul? Konon, penguasa Laut Selatan Jawa ini pernah berkunjung ke Laut Utara. Tapi dia ditolak masuk oleh penguasa Utara Jawa dan disambut dengan hantaman badai. Begitu parahnya badai itu, hingga kapalnya pecah menjadi taburan pulau sepanjang Teluk Jakarta. Dapurnya terlempar ke udara, jatuh ke lautan dan menjelma menjadi Pulau Bokor. Nyi [...]
Jakarta, Jakarta, Riwayatmu Kini…
Posted in Ecology, Humanity, Perhimpunan INTI, Tionghoa-Indonesia on 1 February, 2007 | Leave a Comment »
Air,
kenapa engkau berubah?
Dahulu kau lambang keadilan
Tanda kepedulian
Simbol keberpihakan
Bagi yang rendah dan ada di bawah…
Air,
dahulu kau patuh pada gravitasi
Mengalir menyusuri lembah
Menuju muara
Tak peduli harus jalan berliku
Membelai kotoran dan sampah berbau…
Air,
Dahulu kau tak betah berada di atas
Kau selalu gelisah mencari jalan turun ke bawah
Bahkan tak jarang kau langsung loncat begitu saja
Byurrr,
Dan tubuhmu keras memuncrat menghantam [...]