Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Humaniora’ Category

A man may smile and bid you hail
Yet carry you on straight to hell
But when your dog wags his tiny tail
You know his love will keep you well

“Kak! Tonton hilang!!”
Semburan kepanikan bercampur tangis terdengar bersamaan kutekan tombol jawab pada handphone-ku. Beberapa detik hanya isak tangis yang kudengar, setelah itu telepon putus. Aku melajukan [...]

Read Full Post »

Sepuluh Tahun Tragedi Mei 1998.
Sebuah potret ringan bagaimana pergulatan etnis Tionghoa masuk ke mainstream Indonesia. Ada yang membentuk organisasi formal dan melakukan berbagai macam kampanye lengkap dengan simbol-simbol etnisitas, ada pula yang melakukannya secara alami, jauh dari hingar bingar media massa.
Ribuan orang tampak memadati lapangan di halaman gedung olahraga. Tua, muda, bayi dan anak-anak [...]

Read Full Post »

Tak terbayang rasanya mandi dengan air sungai Jakarta. Gatal, kotor dan bau seakan langsung terasa. Tapi banyak masyarakat masih melakukannya. Semata karena air bersih adalah sebuah kemewahan yang mahal harganya.
Tanpa alas kaki ia menuruni bantaran sungai berlapis semen kasar. Daster panjangnya berkibar-kibar ditiup angin. “Awas! Ada kotoran,” katanya sambil melangkahi seonggok (maaf) kotoran manusia di [...]

Read Full Post »

Memperingati Hari Perempuan Internasional dan Hari Kartini, inilah sosok perempuan-perempuan yang berhasil meruntuhkan stereotipe. Mereka berhasil menembus tembok budaya atau humanitas obex yang selama ini mengesampingkan peran dan kemampuan kaum perempuan.
Beberapa diantaranya beretnis Tionghoa, yang tidak hanya menembus batas dirinya sebagai perempuan tapi juga meruntuhkan prasangka yang diemban etnisnya.
Mereka adalah para pelopor, penggerak, inisiator [...]

Read Full Post »

Terobosan atas Mahalnya Akses Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan
Ia tersenyum lebar. Memperlihatkan sederetan gigi tak rata berwarna kusam. “Halo, apakabar?” sapanya renyah. Tangannya menjabat erat. Tebal dan kasar. Sekilas ia tampak biasa saja. Kulit sawo matang, wajah tipikal ibu-ibu desa yang sederhana. Tanpa bedak, tanpa sapuan gincu.
Hari itu ia mengenakan baju serba putih. Celana [...]

Read Full Post »

Bagi Pria Taiwan, mencari calon istri dari luar negeri adalah hal yang lumrah. Hal ini terjadi karena persoalan demografis. Di Indonesia, praktik pengantin pesanan bisa digolongkan ke dalam trafficking atau perdagangan orang.

Read Full Post »

Seh Ukur Depari pernah dikenal sebagai penebang kayu ilegal. Ratusan ton batang kayu dari hutan Tangkahan-Sumatera Utara, rebah di tangannya. Tapi kini ia lebih dikenal sebagai aktivis Lembaga Pariwisata Tangkahan. Mewartakan pentingnya kelestarian hutan untuk mencegah pemanasan global, sekarang menjadi tujuan hidupnya.
Matahari senja hampir hilang dibalik pepohonan, ketika sekelompok manusia muncul bersama lima ekor [...]

Read Full Post »

Tak mudah menjadi gubernur dan wakil gubernur baru Jakarta. Sederetan tugas-tugas menanti. Tugas yang tidak mudah, mengingat sudah terlanjur semerawutnya Jakarta ini. Suara Baru mencatat paling tidak ada 12 hal yang musti dibenahi.

Read Full Post »