Sepuluh Tahun Tragedi Mei 1998.
Sebuah potret ringan bagaimana pergulatan etnis Tionghoa masuk ke mainstream Indonesia. Ada yang membentuk organisasi formal dan melakukan berbagai macam kampanye lengkap dengan simbol-simbol etnisitas, ada pula yang melakukannya secara alami, jauh dari hingar bingar media massa.
Ribuan orang tampak memadati lapangan di halaman gedung olahraga. Tua, muda, bayi dan anak-anak [...]
Archive for the ‘Perhimpunan INTI’ Category
Seribu Asa Menjadi Indonesia
Posted in Humaniora, Perhimpunan INTI, Sosial Politics, Tionghoa-Indonesia on 17 May, 2008 | Leave a Comment »
DICARI! Idealis yang Mau Berkotor-kotor
Posted in Perhimpunan INTI, Sosial Politics on 2 March, 2008 | Leave a Comment »
Kaum muda diharapkan bisa lebih banyak berperan dalam ajang Pemilu 2009. Konon belum ada yang mampu menyaingi popularitas Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati. Tanya Kenapa?
Seuntai Senyum Baduy untuk PERMATA dan INTI
Posted in Humanity, Perhimpunan INTI on 13 July, 2007 | Leave a Comment »
Jalan setapak 16 km nan terjal dan menanjak tidak menyurutkan langkah Hayuningtyas. “Bisa. Harus bisa!” katanya mantap walau kakinya gemetar saat menjejak di atas bebatuan. Gadis kelas tiga SMU ini tergabung dalam Tim Relawan PERMATA (Persatuan Masyarakat Indonesia Tionghoa Peduli Bencana). Bersama Tim Medis Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), Kamis (12/7) lalu, mereka menjalani misi menuju [...]
Baju Baru untuk Longginus Lawur
Posted in Humanity, Perhimpunan INTI on 10 March, 2007 | Leave a Comment »
Seminggu sudah bocah usia 6 tahun yang akrab disapa Long itu tidur di tanah yang keras. Hanya berlapis koran dan selimut tipis. Udara 15 derajat celsius membuat tubuh mungilnya menggigil sesekali. Bajunya compang-camping, lusuh dan kotor. Ini baju terakhir yang ia punya. Semenjak banjir menghanyutkan rumahnya pekan lalu, praktis Long tidak punya apa-apa lagi. Baju, [...]
Jakarta, Jakarta, Riwayatmu Kini…
Posted in Ecology, Humanity, Perhimpunan INTI, Tionghoa-Indonesia on 1 February, 2007 | Leave a Comment »
Air,
kenapa engkau berubah?
Dahulu kau lambang keadilan
Tanda kepedulian
Simbol keberpihakan
Bagi yang rendah dan ada di bawah…
Air,
dahulu kau patuh pada gravitasi
Mengalir menyusuri lembah
Menuju muara
Tak peduli harus jalan berliku
Membelai kotoran dan sampah berbau…
Air,
Dahulu kau tak betah berada di atas
Kau selalu gelisah mencari jalan turun ke bawah
Bahkan tak jarang kau langsung loncat begitu saja
Byurrr,
Dan tubuhmu keras memuncrat menghantam [...]