Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Sosial Politics’ Category

Sepuluh Tahun Tragedi Mei 1998.
Sebuah potret ringan bagaimana pergulatan etnis Tionghoa masuk ke mainstream Indonesia. Ada yang membentuk organisasi formal dan melakukan berbagai macam kampanye lengkap dengan simbol-simbol etnisitas, ada pula yang melakukannya secara alami, jauh dari hingar bingar media massa.
Ribuan orang tampak memadati lapangan di halaman gedung olahraga. Tua, muda, bayi dan anak-anak [...]

Read Full Post »

Proses ‘pemanasan’ menuju pemilu 2009 tak pelak melirik potensi suara yang dimiliki masyarakat Indonesia Tionghoa. Konon jumlahnya cukup dapat memberi sumbangan berpengaruh terhadap perolehan suara mereka nanti.

Read Full Post »

Tokoh-tokoh politik makin memantapkan posisi untuk maju di pemilu 2009, dengan sejumlah strategi. Mulai dari silaturahmi sampai saling adu image. Jangan lupakan strategi menghimpun modal parpol.

Read Full Post »

Kaum muda diharapkan bisa lebih banyak berperan dalam ajang Pemilu 2009. Konon belum ada yang mampu menyaingi popularitas Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati. Tanya Kenapa?

Read Full Post »

China is the hottest business and investment story on the planet! Demikian komentar majalah Time dalam sebuah artikel. Komentar yang tidak berlebihan. Menilik perkembangan terakhir, prestasi Tiongkok membawa pengaruh besar dalam tatanan ekonomi global. Wajar bila banyak negara berlomba menjalin kerja sama dengan RRT, tak terkecuali Indonesia.

Read Full Post »

Apa yang membuat masalah kewarganegaraan penduduk keturunan asing di Indonesia demikian rumit?
Liong Solan duduk terpekur. Di hadapan wanita 58 tahun itu terserak fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan KTP WNI. “Ini sudah ditarik,” tuturnya. “Ka­tanya tidak sah.” Raut kebingungan tersirat jelas di wajah­­nya. Sebagai ibu rumah tangga tanpa mengecap bang­ku sekolah, Solan tak paham tentang kewarganegaraan, [...]

Read Full Post »

Satu tahun sudah sejak UU “revolusioner” bernomor 12 tahun 2006 terbit. Bagaimana implementasinya di lapangan?
SENIN, 16 Juli 2007. Ruang Kepala Sub Dinas Pengawasan dan Pengendalian Dinas Kependudukan dan Catatan Si­­­pil DKI Jakarta penuh sesak. Sebagai kepala dan tuan rumah, Edison Sianturi membuka rapat yang diikuti perwakil­an beberapa organisasi etnis Tionghoa di Jakarta. Rapat mengenai sosialisasi [...]

Read Full Post »

Mereka mengalami diskriminasi atas agama, ras, kemiskinan, dan jender.

“Mak, masih lapar…” rengekan Mely dibalas sumpalan nasi di mulutnya. Eneng, ibunda Mely, menjumput nasi terakhir yang ada di mangkuk. Itulah makanan bocah berumur tiga tahun ini sehari-hari. Nasi bumbu kecap. “Abis. Minum aer aja yang banyak, yak?” timpalnya.

Read Full Post »

Berbagai organisasi mengusahakan penyelesaian masalah stateless, baik bagi warga etnis Tionghoa, etnis India, maupun etnis lain yang menjadi stateless karena masalah ekonomi. Kegiatannya cukup beragam. Mulai dari usaha pendekatan secara perorangan, call center sampai judicial review. Bahkan sebuah organisasi bernuansa muslim terbilang paling aktif melakukannya. 

Read Full Post »

Satu tahun sudah sejak UU No.12/2006 disahkan. Langkah awal usaha penyetaraan kewarganegaraan dengan landasan anti diskriminasi sudah dilalui. Tapi persoalan tidak serta merta selesai. Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dibenahi. Ini saatnya masyarakat mengambil peran lebih.

Read Full Post »

Older Posts »