Posted in Humaniora, Tionghoa-Indonesia | Leave a Comment »
Dalam kurun waktu kurang dari lima tahun, carbon trading atau perdagangan karbon sudah memutar milyaran dollar AS di pasar karbon. Sebuah tren bisnis baru dengan semangat menjaga lingkungan atau upaya cuci dosa?
Posted in Ecology | 4 Comments »
Meningkatnya bukti-bukti ilmiah akan adanya pengaruh aktivitas manusia terhadap perubahan iklim telah menjadi salah satu isu penting dalam agenda politik internasional. Perubahan iklim bukan lagi sekadar masalah lingkungan, namun sesuatu yang mengancam perdamaian dan keamanan internasional, kemakmuran dan pembangunan. Tanpa usaha serius, pemanasan global akan menjadi sumber konflik baru antar negara.
Posted in Ecology | Leave a Comment »
Posted in Ecology | Leave a Comment »
Seh Ukur Depari pernah dikenal sebagai penebang kayu ilegal. Ratusan ton batang kayu dari hutan Tangkahan-Sumatera Utara, rebah di tangannya. Tapi kini ia lebih dikenal sebagai aktivis Lembaga Pariwisata Tangkahan. Mewartakan pentingnya kelestarian hutan untuk mencegah pemanasan global, sekarang menjadi tujuan hidupnya.
Matahari senja hampir hilang dibalik pepohonan, ketika sekelompok manusia muncul bersama lima ekor gajah dari balik hutan. Mereka baru saja menyelesaikan perjalanan tiga jam melintasi hutan Tangkahan yang terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Sebuah suaka alam tropis terbesar dan terkaya di dunia yang dihuni 4000 spesies tumbuhan, mamalia, burung, ikan, amphibi hingga invertebrata, termasuk 15 jenis tanaman langka seperti bunga Rafflesia. Continue Reading »
Posted in Ecology, Humaniora | 1 Comment »
Pulau Serangan pernah melambungkan namanya ke mancanegara karena penyu, karang yang indah dan habitat laut yang kaya. Masyarakatnya hidup damai dengan tradisi agama Hindu dan Muslim yang kuat. Akhir 1980, sekelompok investor didukung penguasa dan militer, mengeruk laut dan memperlebar pulau yang terletak di kawasan Bali itu. Masyarakat diusir paksa dan tempat-tempat suci direlokasi dengan impian pariwisata akan maju pesat setelah proyek usai.
Posted in Ecology | 1 Comment »
Para ahli menyebutnya sebagai penemuan arkeologi terbesar selama 50 tahun ini. Ternyata lokasinya tak jauh dari Jakarta.
Kilat keemasan hamparan padi siap panen, mengiringi langkah menuju kompleks percandian Batujaya. Di perbatasaan Desa Segaran-Kecamataan Batujaya dan Desa Telagajaya-Kecamatan Pakis Jaya, Karawang terlihat beberapa bukit kecil menyembul. Enam km menuju Utara, Pantai Jawa Barat membentang.
Posted in Culture, History | Leave a Comment »
“Apa angkau perna banyak bergaulan dengen pranakan?”
“Ho. Ho, trima kasi, tida!”
“Kalu tidak perna bergaulan, cara bagimana angkau brani unjuk kajelekannya? Angkau toch tida tau jeleknya bagimana dan apakah di antara kajelekan-kajelekan itu tida ada kebaikan yang menyelip barang sedikit?…Kalu saya musti cela betul-betul kita punya kaum Hok Kian…angkau sendiri ada singke juga seperti saya, tetapi saya heran kenapa angkau bicara Melayu sama angkau punya anak?”
Sepenggal paragraf dengan gaya bahasa ‘aneh’ diatas diambil dari kisah berjudul Dengen Duwa Cent Jadi Kaya 1 karya Thio Tjin Boen yang ditulis pada 1920. Tulisan ini termasuk salah satu karya sastra Melayu-Tionghoa yang tumbuh subur di tahun 1870-1960.
Posted in Culture, Tionghoa-Indonesia | 1 Comment »
Pekik kegembiraan terdengar dari ruang inkubasi kebun binatang Chester di Inggris. Akhir januari lalu, lima butir telur komodo berhasil menetas. Sebuah fenomena ajaib, karena Flora, induk kelima bayi komodo itu tidak pernah kawin dengan pejantan manapun.
Terlepas dari ajaibnya proses pembuahan tanpa kawin itu, komodo sendiri adalah binatang yang sangat spesial. Sebagai kadal purba terbesar yang amat langka, populasinya tinggal sekitar 2400 ekor. Mereka hidup tersebar di kawasan Taman Nasional Komodo-Flores, tepatnya di Pulau Komodo, Rinca, Padar serta beberapa pulau kecil lainnya. Satu-satunya kepulauan di dunia dimana ditemukan habitat asli komodo.
Posted in Ecology | 1 Comment »
China is the hottest business and investment story on the planet! Demikian komentar majalah Time dalam sebuah artikel. Komentar yang tidak berlebihan. Menilik perkembangan terakhir, prestasi Tiongkok membawa pengaruh besar dalam tatanan ekonomi global. Wajar bila banyak negara berlomba menjalin kerja sama dengan RRT, tak terkecuali Indonesia.
Posted in Sosial Politics, Tionghoa-Indonesia | Leave a Comment »


