Monthly Archives: February 2007

Mempertanyakan Nasionalisme Etnis Tionghoa Muda

Standard

Tidak asing rasanya komentar, bahwa etnis Tionghoa tidak punya nasionalisme terhadap Republik Indonesia. Hal ini juga berlaku pada kalangan muda etnis Tionghoa. Mereka dicap lebih suka sekolah dan tinggal di luar negeri, tidak punya rasa ingin membangun Indonesia, kalau negara sedang susah, lalu dengan mudahnya pergi ke negara lain, dan lain sebagainya.

Read the rest of this entry

Advertisements

Kebangkitan Ekonomi Tiongkok dan Pengaruhnya terhadap Masalah Tionghoa di Indonesia

Standard

Tidak dapat kita pungkiri bahwa Tiongkok sudah tumbuh menjadi raksasa ekonomi dunia. Beberapa pakar bahkan melansir bahwa pertumbuhan ekonomi dan industri Tiongkok saat ini tiga kali lipat lebih cepat dari AS, dimana mengakibatkan pergeseran besar dalam tata ekonomi global yang mempengaruhi dunia, termasuk Indonesia. Adakah perubahan ini berpengaruh pada etnis Tionghoa di Indonesia?

Read the rest of this entry

Mengamati Bergesernya Identitas Etnis Tionghoa di Indonesia

Standard


barongsaikecil1.jpg

Banyak yang berubah semenjak larangan berbudaya Tionghoa dicabut pemerintah RI. Bagaikan naga bangun dari tidurnya, budaya yang 32 tahun hilang bangkit dengan cepat. Menandakan bahwa cultural genocide yang dilakukan pemerintah Orde Baru tidak dapat menghilangkan akar budaya yang melekat pada masyarakat Tionghoa di Indonesia. Bagaimana identitas baru ini melekat dalam kehidupan mereka? Read the rest of this entry

Jakarta, Jakarta, Riwayatmu Kini…

Standard

banjir.jpg

Air,
kenapa engkau berubah?
Dahulu kau lambang keadilan
Tanda kepedulian
Simbol keberpihakan
Bagi yang rendah dan ada di bawah…

Air,
dahulu kau patuh pada gravitasi
Mengalir menyusuri lembah
Menuju muara
Tak peduli harus jalan berliku
Membelai kotoran dan sampah berbau…

Air,
Dahulu kau tak betah berada di atas
Kau selalu gelisah mencari jalan turun ke bawah
Bahkan tak jarang kau langsung loncat begitu saja
Byurrr,
Dan tubuhmu keras memuncrat menghantam bebatuan

Ah ah air,
Rasanya kita belum berpisah lama
Tapi kurasakan sosokmu begitu berbeda
Sampai tak kukenali lagi sari wajahmu

Kau memang masih jadi simbol keberpihakan
Tapi bagi mereka yang mampu bayar
Kini kau bahkan berani melawan gravitasi
Berbelok sesuai pesanan
Naik merambat menuju tinggi
Dan enggan untuk turun kembali
Mencoba bertahan selama-lamanya
Seperti para petinggi yang duduk di kursi kuasa
Nyaman dan tertidur
Dibelai nyamannya harta dan kekuasaan.
(Budi S. Tanuwibowo)

Read the rest of this entry

Meredefinisi Masalah Tionghoa di Indonesia

Standard

Love and Hate Relationship. Demikian istilah yang disebut Mely G Tan, seorang sosiolog senior untuk menggambarkan hubungan etnis Tionghoa dengan etnis lainnya di Indonesia. Di satu sisi etnis Tionghoa begitu dicintai, misalnya saat mengharumkan nama Indonesia pada ajang pertandingan olahraga badminton. Namun di sisi lain etnis Tionghoa juga menjadi sasaran amuk massa berkali-kali. Apa yang menyebabkan sejarah begitu kelam bagi etnis yang berjumlah sekitar 3% dari penduduk Indonesia ini?

Read the rest of this entry