Selayang Pandang Organisasi Tionghoa Padang

Standard

padang-old-chinatown1.jpg

Dua dari organisasi etnis Tionghoa tertua lahir di kota Padang. Organisasi ini bahkan merupakan organisasi pemakaman tertua di Nusantara.

Aktivitas perdagangan etnis Tionghoa dengan penduduk Minangkabau sudah berlangsung sejak abad ke-13. Pelayaran mereka dilakukan dari Tiongkok sampai ke teluk Aden di Asia Barat melalui selat Malaka.

Seiring jalur perdagangan lada dibuka di pantai Barat Sumatera, jumlah etnis Tionghoa yang datang ke Sumatera Barat makin banyak. Mereka menempuh jalur sungai dan jalan setapak untuk mendistribusikan lada dari dataran tinggi menuju pelabuhan di pantai Pariaman, Tiku, Ulakan dan Koto Tengah.

Peraturan pembatasan wilayah bagi penduduk Timur Asing oleh pemerintahan Belanda membuat etnis Tionghoa Sumatera Barat lebih terkonsentrasi di kota di Kota Padang, tepatnya di sekitar sungai Batang Arau, kawasan pecinan Kampung Pondok, Pasar Tanah Kongsi, Kelenteng dan sekitarnya.

Masyarakat Tionghoa Padang pun membentuk organisasi, dengan tujuan melayani kebutuhan anggota dalam bidang sosial dan budaya.

Pada tahun 1863, berdiri organisasi Hook Tek Tong (HTT), yang merupakan perhimpunan kematian dan pemakaman, sekaligus sebagai sarana menghormati leluhur kakek tua Hook Tek Tjeng Sin.

Sampai 1890, karena cukup banyak kesulitan dalam mengurus kebutuhan etnis Tionghoa, dibentuklah perhimpunan atau kongsi baru. Terbentuk organisasi Heng Beng Tong (HBT).

Dua organisasi ini mempunyai tata cara dan ciri berbeda dalam hubungan antar anggotanya. Setiap anggota HBT, misalnya, apapun agamanya, diwajibkan melakukan sembahyang Kwan Tee Koen dan arwah leluhur dengan mengangkat hio. Sementara anggota HTT wajib memenuhi surat panggilan dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan pemakaman.

Walaupun di beberapa daerah di Indonesia seperti di Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan lain-lain, terdapat Yayasan atau organisasi etnis Tionghoa, namun organisasi Tionghoa yang ada di Sumatera Barat bisa dikatakan unik, karena hanya lahir dan ada di Sumatera Barat saja dan tidak terdapat di daerah lain. Dalam organisasi ini juga dirangkul keanggotaan dari semua suku dan marga etnis Tionghoa yang ada. Kelebihan lainnya adalah mereka berhasil mempertahankan budaya asli Tionghoa secara turun temurun seperti upacara pemakaman yang masih dilakukan di masa China kuno. Organisasi pemakaman ini bahkan tercatat sebagai organisasi pemakaman yang pertama hadir di Nusantara.

Terbentuknya organisasi pemakaman ini tak terlepas dari perlunya etnis Tionghoa Padang bergotong royong ketika hendak menguburkan jenasah. Mereka harus membawa peti dari gelondong kayu utuh yang dilubangi ke atas gunung yang menghadap laut. Proses menggotong peti yang beratnya mencapai ratusan kilogram ini harus dilakukan dengan ditandu. Tanpa kerjasama, mustahil sebuah keluarga dapat melakukannya sendiri.

Yang menarik adalah walaupun mereka berhasil mempertahankan identitas budaya mereka, sangat sedikit dari penduduk Tionghoa Padang yang bisa berbahasa Mandarin.

Antara tahun 1900 sampai 1932, ketika banyak organisasi Tionghoa berdiri dengan nuansa politik dua organisasi ini berdiri di garis tengah sebagai organisasi sosial budaya yang tidak beraliansi politik sama sekali.

Tahun 1963, etnis Tionghoa yang beragama Katholik mendirikan perkumpulan Chinese Katholieke Bond. Perkumpulan ini lalu berubah menjadi lintas etnis yang didasarai agama Katholik pada tahun 1964, bernama PSKP Santu Yusuf. Perkumpulan ini juga melayani kebutuhan pemakaman. Berbeda dengan dua organisasi sebelumnya, mereka menerima anggota perempuan.

Di tahun 1993, terbentuk pula organisasi Tionghoa bernuansa Islam yaitu PITI.

Seiring dengan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah Orde Baru, HTT mengubah namanya menjadi Himpunan Tjinta Teman, sementara HBT menjadi Himpunan Bersatu Teguh.

Setelah reformasi bergulir, organisasi etnis Tionghoa di Padang dan Sumatera Barat kembali menjamur seperti di kota-kota lain di Indonesia.

(Lisa Suroso/SUARA BARU)

Photo : Eric Satyadi

10 responses »

  1. Thanks untuk kecermatannya.

    Data itu didapat dari wawancara dengan Bapak Tan Beng, Penasihat HBT pada tahun 2006.

    Lim A King yang mempelopori perhimpunan baru ini dengan nama Heng Beng Tong pada tahun 1890. Ia lalu menjadi toako pertama HBT.

    Pada tahun 1895 organisasi ini disahkan secara hukum dengan AD/ART yang resmi dengan masa bakti pengurus tahun 1895-1901.

  2. Turut berduka cita atas bencana alam gempa, sampai hari ke-3 ini sangat sulit mencari kabar mengenai saudara – teman di kawasan kota tua ini. Mudah2an mereka diberi kekuatan.

  3. Saya Pengurus Harian KAN Niniak Mamak Nan Salapan Suku Kota Padang ( Padang Lama ). Saya sedang mengumpulkan bahan-bahan pustaka maupun survey tentang keberadaan kota Padang, untuk itu jelas akan menyangkut juga tentang keberadaan suku Tionghoa di Padang. untuk itu mohon bantuan kepada mbak Lisa Suroso dapat mengirimkan ke Saya tentang :
    1. Daftar nama Leutnan / Kapten de Chinesse kota Padang dari awal sampai merdeka kalau bisa sesuai tahunnya
    2. Daftar nama Toako HTT dan HBT dari awal sampai sekarang perperiode
    Makasih ya..
    Mari kita Dukung ” Spirit of Togetherness “

    • pak iqbal yth,

      mohon maaf saya tidak punya bahan yang bapak cari.
      mohon hubungi pengurus organisasi HBT dan HTT di Padang, mereka pasti punya data2nya.
      terima kasih.

      salam!

  4. Kepada Yth
    Lisa Suroso

    Dengan hormat,
    Pertama, perkenalkan kami dari majalah China Town (Indonesian Chinese Community Magazine) yang terbit di Jakarta dan beredar secara nasional.

    Bila diizinkan, kami tertarik memuat tulisan yang berjudul “Selayang Pandang Organisasi Tionghoa Padang” di rubrik Kolom majalah China Town edisi April 2011.

    Untuk itu, kami juga memohon agar penulis mengirimkan foto pribadi untuk dimuat rubrik kolom tersebut.

    Atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan banyak terima kasih.

    SAPARUDDIN SIREGAR

    saparsir@yahoo.com.hk
    redaksi_chinatown@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s