Monthly Archives: April 2015

Susanty dan Lahirnya Sebuah Ide Gila

Standard

susantyLanggur, Maret 2009.

“dr. Lie tunggu!” Romo John Lefteuw berlari tergopoh-gopoh menyusul dr. Lie Dharmawan yang bersiap-siap menuju kamar ganti. Tanpa menunggu jawaban, ia berkata, “Ada seorang pasien lagi, Dok.”

Aku membaca raut keraguan bercampur letih di wajah dr. Lie. Baru saja sebuah operasi sulit diselesaikannya. Memotong kaki seorang penderita diabetes dengan alat-alat terbatas di RSUD Tual (kini RSUD Maluku Tenggara). Sebuah operasi besar yang bagiku penuh dengan adegan horor. Bila aku yang hanya merekam prosesnya saja capek luar biasa, bagaimana dia, yang melakukannya?

Aku mendengar mereka bernegosiasi apakah pasien dadakan ini bisa diundur esok hari. Romo John berkata lirih, “Ibu ini datang dari Saumlaki, dok. Sudah tiga hari dua malam naik kapal kecil untuk cari dokter…”

Read the rest of this entry

Advertisements